Nafasku tercekat. Ubun-ubunku yang berdenyut keras membuatku mengambil nafas perlahan. Aku mulai berkeringat, namun tubuhku menggigil. Mataku berkunang-kunang, aku tak sanggup berdiri, dan jalanku tak beraturan. Sakit… tubuhku sakit. Aku membutuhkannya, sangat membutuhkannya. “Dimana…” aku mencoba berdiri mencari. “Tidak ada!” aku berteriak keras. “Uang… uang… aku harus membelinya.”*** “Dit, kamu harus berubah. Jangan seperti ini. [...]
Archive for the ‘Jawa Pos’ Category
Penyesalanku
Posted in Jawa Pos on May 6, 2007 | Leave a Comment »