Temaram senja yang mengantar matahari pulang
gelap pada langit menatap tajam
sesekali terdengar ringkihan bumi
ketika malam menjelang subuh
tanah berterima kasih pada malam
yang datang telat
setelah lelah berteriak mengutuk matahari
pohon meranggas, menghijau kembali
dedaunan bernyanyi
diiringi musik angin-angin
ada yang datang telat
rembulan yang sepotong menggantung
bersenda dengan bintang gemintang
senja, malam, angin, tanah, dedaunan
rembulan dan bintang
berbincang heran tentang manusia
======================
Kau bilang kau luka, kubilang tahan saja
Kau bilang kau lara, kubilang biasakanlah
Kau bilang kau sepi, kubilang yang asing akan terasa biasa
Kau bilang kau bingung, kubilang bilang saja semuanya
Kau bilang mengapa mereka tak mengerti, kubilang kau diam, mereka juga diam
Kau bilang dia siap menanti, kubilang tunggulah sampai jemu tiba
Kau bilang aku cocok, aku bilang pikir dulu
Kau bilang aku perhatian, kubilang itu biasa
Kau bilang aku dewasa, kubilang ku kagum padamu
Kau bilang aku romantis, kubilang masa iya?
Kau bilang datanglah, kubilang tak saat ini
Kau bilang takut mencintaiku, kubilang kuterima
Maka biar saja waktu menghukum kita
==========================
matahari garang
udara gersang
nafas sesak
dari celah jendela, memantul cahaya emas
diluar, bocah-bocah legam
sedang aku, mengamati mereka dengan secarik kertas
=============================
simpan senyummu
untuk dia saja
jangan bertanya
hatiku murka
bergetar,menggelegar,menghalilintar
biar aku disini
membacamu di negeri laknat
sebab cinta kita telah tamat
===================
tak usah kau risau
aku sudah punya dunia sendiri
dunia puisi
dunia imaji
dunia tanpa basa basi
tak perlu kau resah
aku sudah punya kawan sendiri
pena, kertas dan puisi
mengajakku menari
bermain diksi
memberi sensasi
:sebab pada lengkung langitmu aku tak lagi perduli
==========================
jika aku debu
kau angin
jika aku mendung
kau hujan
jika aku embun
kau panas
jika aku air
kau banjir
jika….
kau….
aku beterbangan
aku hilang
aku menguap
aku terkoyak
kau!
==================
Langit, tumpahkan
Bumi, hentakkan
air jadi mala
cinta, enyah!
hati, mati!
aku jadi batu
kamu bercerita kepada sahabatmu tentang layangan koyak.
esoknya, sahabatmu bercerita kepada seorang perempuan, bahwa kamu telah mati.